You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Usai Dinormalisasi, Saluran Air Jl Taruna Akan Diturap
photo Nurito - Beritajakarta.id

Saluran Air Jl Taruna akan Diturap

Setelah selesai dinormalisasi, saluran air di Jl Taruna, RW 10, Pulogadung, Jakarta Timur akan diturap. Nantinya, di atas saluran akan dibuatkan jembatan yang lebih tinggi agar perawatan saluran lebih mudah.

Setelah dikeruk sedimentasinya, saluran air ini kita turap

Saat melakukan normalisasi saluran, sebanyak 500 petugas gabungan yang dikerahkan juga membongkar jalan menuju Kompleks Pabrik PT Krakatau Steel.

Kasudin Tata Air Jakarta Timur, Ahmad Yazied Bustomi mengatakan, jalan selebar 7 meter dibongkar karena menutupi saluran air. Nantinya, di atas saluran dibuatkan jembatan baru yang posisinya lebih tinggi dari saluran air. Kemudian, saluran air yang dinormalisasi akan dibuatkan bak kontrol dan di sisi kiri kanannya diturap.

Setelah 30 Tahun, Saluran di Jl Taruna Dinormalisasi

"Setelah dikeruk sedimentasinya, saluran air ini kita turap. Kemudian di atasnya dibuatkan bak kontrol agar kita mudah melakukan perawatan," ujar Yazied Bustomi, saat kerja bakti di Jl Taruna, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (18/10).

Saluran air di Jl Taruna awalnya selebar 1 meter dan kedalaman 1,5 meter. Namun, setelah beberapa lama, saluran air tertutup bangunan rumah warga. Lahan yang ditempati warga selama ini sebenarnya adalah tanah garapan milik Pemprov DKI.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye22965 personNurito
  2. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1828 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1172 personFolmer
  4. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1102 personFakhrizal Fakhri
  5. Legislator Dukung Penertiban Billboard Bermuatan Sensitif

    access_time06-04-2026 remove_red_eye897 personFakhrizal Fakhri